Ekspedisi Menyusuri Sungai Indragiri: Menemukan Pesona Desa Apung Tembilahan
Menjelajahi Sungai Indragiri hingga Desa Apung Tembilahan, sebuah pengalaman wisata alam yang memikat dengan keunikan budaya dan keindahan alamnya di tahun 2025–2026.

Ringkasan Cepat (Key Facts)
- Desa Apung Tembilahan terletak di aliran Sungai Indragiri, Riau.
- Akses ke Desa Apung menggunakan perahu tradisional dengan biaya Rp 50.000 per orang (2025).
- Wisatawan dapat menyaksikan kehidupan masyarakat yang harmonis dengan sungai.
- Penginapan terapung mulai dari Rp 300.000 per malam dengan fasilitas lengkap.
- Tahun 2026, pemerintah setempat memperkuat infrastruktur untuk mendukung wisata berkelanjutan.
Mengawali Perjalanan di Sungai Indragiri
Ekspedisi dimulai dari dermaga kecil di Kota Tembilahan, tempat perahu tradisional siap mengantar wisatawan menyusuri Sungai Indragiri. Sungai ini menjadi nadi kehidupan bagi masyarakat sekitar, sekaligus gerbang menuju Desa Apung Tembilahan. Pada tahun 2025, pemerintah telah memperbaiki dermaga dan menambah fasilitas untuk memastikan kenyamanan pengunjung. Perjalanan dengan perahu memakan waktu sekitar 1,5 jam, sambil menikmati panorama hutan bakau dan aktivitas nelayan setempat.
Kehidupan Unik di Desa Apung Tembilahan
Desa Apung Tembilahan adalah permukiman tradisional yang dibangun di atas rakit kayu terapung. Rumah-rumah di sini terhubung oleh jembatan kayu sederhana, menciptakan suasana yang khas. Masyarakat desa hidup dari hasil sungai, seperti ikan dan udang, serta memproduksi kerajinan tangan dari bahan alam. Wisatawan dapat mengikuti kegiatan sehari-hari penduduk, seperti memancing atau belajar membuat kerajinan. Pada tahun 2026, Desa Apung semakin ramai dikunjungi, namun tetap menjaga keaslian budayanya.
Pengalaman Wisata yang Berkesan
Selain menikmati kehidupan desa, wisatawan dapat mencicipi kuliner khas seperti gulai ikan patin dan sambal tempoyak. Penginapan terapung menyediakan kamar dengan pemandangan langsung ke sungai, dilengkapi fasilitas modern namun tetap ramah lingkungan. Pada malam hari, suasana semakin magis dengan cahaya lampu dari rumah-rumah terapung yang memantul di permukaan air. Pemerintah setempat juga mengadakan festival budaya tahunan untuk memperkenalkan Desa Apung kepada dunia.
Orang Juga Bertanya
Bagaimana cara mencapai Desa Apung Tembilahan?
Desa Apung dapat diakses dengan perahu tradisional dari dermaga di Kota Tembilahan, dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam.
Apa yang bisa dilakukan di Desa Apung?
Wisatawan dapat mengikuti kegiatan sehari-hari penduduk, memancing, belajar membuat kerajinan, dan menikmati kuliner khas.
Berapa biaya menginap di Desa Apung?
Penginapan terapung mulai dari Rp 300.000 per malam dengan fasilitas lengkap dan pemandangan sungai.
Apakah Desa Apung ramah untuk keluarga?
Ya, Desa Apung sangat cocok untuk keluarga dengan berbagai aktivitas yang edukatif dan menyenangkan bagi anak-anak.